Postingan

Hanya Sebatas Mimpi Seorang Anak Petani

Seorang anak petani yang bernama agung yang sifatnya peramah dan suka membantu di tempat tinggalnya, meskipun hidupnya pun serba kekurangan. Hari itu agung hanya membawa uang saku 5000 rupiah kemudian dilihatnya seorang nenek-nenek yang sudah sangat tua berjualan daun singkong kemudian agung pun tidak tega melihat nenek-nenek itu kemudian dihampiri oleh agung dan agung pun bertanya “nek daun singkong ini berapa harganya?” kemudian nenek itupun langsung menjawab pertanyaan agung “ satu ikat seribu saja nak” kemudian agung berkata lagi “ ini nek agung hanya ada unag lima ribu silahkan ambil ya nek meskipun tidak seberapa “ nenek itupun mengambil uangnya dan mengucapkan terimakasih kepada agung kemudian agung pamit untuk malanjutkan perjelanan ke sekolah meskipun hari itu agung tidak lagi membawa uang saku namun agung ikhlas untuk memberikan uangnya tersebut kepada nenek itu dan nenek itupun melanjutkan untuk mengelilingkan jualanya. Tempat tinggal agung memang jauh dari perkotaan namun a...

Bahasa Indonesia Pilihanku

Karya: Devi prativi Tokoh: Devi,Ayah,Ibu, Ketika malam itu aku sedang berada dikamarku, ayah dan ibuku sedang bersama-sama menonton televisi, sembari menonton televisi mereka sambil membicarakan tentang perkuliahanku. Pada saat itu kebetulan aku baru saja lulus dari SMK mereka bingung mau menyekolahkan dimana tapi aku tidak menghiraukan mereka aku malah sibuk dengan handphone ku. Akhirnya ku dengar ayah ku memanggilku Ayah : Vi Devi : Iya yah ada apa (sembari membuka pintu menuju ruang tengah) Ibu : Sini duduk disini sebentar Ayah : Kamu pengenya nglanjuti kuliah dimana?? Devi : ( Aku pun diam sambil memikirkan sesuatu) Ibu : Kamu minatnya sekolah dimana?? kalok bisa pilihlah kuliah sesuai kemampuamu dibidang yang kamu sukai dan kalok bisa juga jangan jauh-jauh bisa pulang hari, karena nanti kalok kamu kuliah jauh nggk ada yang bantui ibu di rumah Devi : Yah,bu sebenarya devi pingin sekali kuliah di IAIN curup jurusan agama tapi sayang devi nggk dibolehin  Ayah : Kenapa harus di IA...

Ibuku Sekaligus Sahabatku

Dalam hidup ini,sering kali kita dikengkang oleh permasalahan-permasalahan yang kadang membuat kita justru terperangkap dengan rasa kebimbangan di diri kita sendiri. Namun dengan hadirnya seseorang ibu yang selalu memberikan nasehat ,motivasi kemudian yang selalu memberikan semangat dalam menghadapi apapun itu masalahnya. Mendengar kata ibu bagiku adalah malaikat terindah yang di kirimkan oleh tuhan untuk ku, mendengar kata ibu tidak akan ada habisnya karena menurutku bagiku ibu adalah tersegalanya. Bagiku ibu bukan hanya menjadi seorang ibu namun ibu adalah sekaligus sahabat dimana keluh kesahku selalu aku ceritakan kepadanya entah itu hal pertemanan,pacaran sampai dengan masalah sekolah.Ibu adalah Dalam perjalanan ini seringkali kita di kengkang oleh permasalan-permasalahan yang kadang sosok wanita yang tangguh,pekerja keras tidak kenal lelah apalagi jika itu berhubungan denganku.Aku bangga mempunyai ibu seperti mu. Ibu yang selalu mengajari aku bagaimana susahnya mencari uang seribu...

Ayah

Karya Devi Prativi Ayah Kulitmu mulai keriput Matamu mulai layu dan Umurmu pun mulai tua Namun semangat mu masih tetap seperti dulu Yang kau kau ingat hanyalah Uang, uang,uang,dan uang Agar anakmu menjadi orang sukses Ayah betapa besar pengorbanan mu  Dari aku kecil hingga aku sebesar ini Hingga aku pun tau Mencari uang tidaklah mudah  Terimakasih ayah telah membesarkan ku Dengan penuh perjuangan  Hingga aku merasa  Aku tidak akan sanggup jika aku harus sepertimu

UTS Devi Prativi

Gambar
    UPAYA-UPAYA YANG HARUS DILAKUKAN        OLEH MASYARAKAT DAN MAHASISWA         UNTUK MELESTARIKAN BAHASA                                        INDONESIA Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Berbicara Dialektif denganDosen Pengampu : Syaiful Abid, M.Pd.                    DISUSUN OLEH :            DEVI PRATIVI NPM : 2019023 PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA ( STKIP-PGRI) LUBUKLINGGAU                                 2020                   KATA PENGANTAR Puji syukur kami panja...